Tips Rencana Biaya Membangun Rumah dan Sistemnya.

Biaya membangun rumah pastinya menjadi hal pertama yang ada di dalam setiap orang saat mereka akan membangun sebuah rumah. Dalam melakukan perhitungan seperti ini ada beberapa sistem yang bisa dipergunakan. Masing-masing sistem memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri yang bisa dijadikan patokan kasar untuk bisa mengetahui jumlah biaya total yang diperlukan hingga bangunan rumah tersebut bisa berdiri sempurna.

Tips biaya membangun rumah

Merencanakan biaya membangun rumah

Sistem yang paling umum dipergunakan adalah dengan menghitung biaya membangun rumah per meter persegi. Pada dasarnya sistem ini menghitung jumlah biaya yang akan dihabiskan untuk membangun rumah per m2 yang kemudian dikalikan dengan luas bangunan yang akan dibangun. Metode perhitungan ini merupakan metode perhitungan kasar yang akan memberikan hasil dalam waktu yang paling cepat.

Namun, sistem ini memiliki kekurangan tersendiri karena masing-masing pemilik rumah tentunya memiliki spesifikasi untuk rumah yang akan mereka bangun yang berbeda satu dengan yang lainnya. Perbedaan spesifikasi seperti ini akan mempengaruhi total biaya yang harus dikeluarkan. Selain itu, biaya pembangunan untuk setiap meter persegi akan berbeda-beda tergantung dari waktu pembangunan dan juga daerah tempat rumah tersebut dibangun. Sebagai contoh, bila biaya rata-rata pembangunan rumah per meter persegi di sebuah daerah adalah Rp.1.000.000,- sementara luas bangunan yang akan dibangun adalah 40 m2, maka total biaya yang diperlukan adalah Rp.2.000.000,- x 40 = Rp.80.000.000,-.

Para calon pemilik rumah bisa melakukan survey mengenai biaya rata-rata pembangunan rumah di daerah tersebut untuk bisa mendapatkan angka kasar seperti yang telah dicontohkan diatas.

Sistem penghitungan biaya membangun rumah

Lalu ada juga sistem penghitungan biaya membangun rumah yang didasarkan pada analisa harga satuan. Perhitungan ini jauh lebih rinci dan lebih teliti karena harus menghitung harga satuan dari setiap aspek yang nantinya akan dibutuhkan dalam proses pembangunan rumah. Berikut ini adalah contoh dari daftar satuan aspek yang perlu dihitung secara satu persatu-satu untuk bisa menghasilkan total biaya yang lebih terperinci, yaitu:

  • Biaya pembuatan gambar atau desain rumah
  • Biaya spesifikasi material yang akan dipergunakan
  • Membuat rincian pekerjaan yang perlu dilakukan
  • Menghitung volume dari masing-masing rincian pekerjaan
  • Mencari tahu harga satuan dari masing-masing rincian pekerjaan kemudian mengkalikannya dengan volume yang ada
  • Daftar harga upah yang kemudian dikalikan dengan perkiraan waktu penyelesaian pekerjaa
  • Menghitung total harga secara keseluruhan
  • Menghitung biaya pajak PPN yang berkisar 10% dari total biaya

Ada sebuah sistem lain yang juga bisa dipergunakan untuk menghitung biaya membangun rumah, yang disebut dengan nama sistem volume x harga pekerjaan. Sistem ini lebih sederhana dibandingkan dengan sistem analisis harga satuan namun tetap lebih rinci bila dibandingkan dengan menghitung harga pembangunan per meter persegi. Hal ini dapat dilakukan dengan caramelihat daftar harga satuan yang sudah diterbitkan oleh pemerintah daerah setiap tahunnya kemudian mengalikannya dengan total volume pekerjaan yang ada dan hasilnya adalah angka total yang kurang lebih sama dengan biaya menghitung dengan menggunakan sistem analisis satuan tanpa harus repot-repot menghitung semua aspek yang ada sendiri.

Tiga sistem ini bisa menjadi acuan yang dipergunakan oleh setiap orang yang hendak membangun sebuah rumah. Dengan perencanaan yang matang, maka dana yang sekiranya dibutuhkan akan bisa dipersiapkan jauh-jauh hari sehingga proses pembangunan rumah bisa berlangsung dengan lancar tanpa ada kendala yang berarti untuk mewujudkan rumah idaman seluruh keluarga.

Other Collections of Tips Rencana Biaya Membangun Rumah dan Sistemnya.

Tips biaya membangun rumah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *